Minggu, 18 Maret 2012

PARTIKEL が

Pada artikel sebelumnya, sudah kita bahas mengenai partikel はdan membandingkannya dengan partikel が. Pada artikel kali ini, saya akan mencoba membahas tentang penggunaan partikel が.

Saya pribadi juga masih mengalami kesulitan tentang penggunaan partikel. Namun dengan kita membaca buku-buku referensi yang lain, itu bisa menambah informasi serta membantu kita memahami partikel. Karena bisa saja, antara buku satu dengan yang lain mempunyai tingkat pemahaman yang berbeda bagi pembacanya.

" A major function of the particle が is to emphasis the subject by following directly after it. However, other particles such as は in particular, also serve the same purpose. Diciding when to use which may be one of the most difficult factors in constructing Japanese sentences; in fact, even native speakers sometimes hahave to stop and think about the choices." A Dictionary of Japanese Particles" Sue A. Kawashima

Fungsi utama dari partikel が adalah untuk menekankan subjek pada sebuah kalimat. Namun, partikel は juga mempunyai fungsi yang sama. Untuk menentukan yang mana yang harus dipakai, adalah persoalan yang sulit. Bahkan bagi penutur bahasa jepang asli, akan berhenti sejenak dan berpikir, mana yang seharusnya digunakan.

Memang, masalah penggunaan kedua partkel ini, masih banyak dikaji pada seminar-seminar khusus oleh pakar-pakar Bahasa dan sastra Jepang. Namun praktisnya, seperti yang saya ketahui dan pemahaman saya setelah mempelajarinya, maka perbedaan itu seperti yang telah saya jabarkan pada artikel-artikel sebelumnya.
Dan berikut ini tentang beberapa penggunaan partikel が.

PARTIKEL が DIGUNAKAN SETELAH SUBJEK ATAU TOPIK KALIMAT YANG DIMAKSUD.

  a.  Digunakan pada kalimat yang menunjukkan eksistensi / keberadaan sebuah benda.

* Biasanya muncul pada pola ~が+ある/いる. (meskipun は juga bisa digunakan, tapi ada perbedaan konteks seperti yang telah saya jelaskan pada artikel sebelumnya

b. Digunakan untuk mengekspresikan keinginan, kemampuan, atau pendapat.

私はご飯が食べたいです."Saya ingin makan nasi"

Pada kalimat ini, biasanya bahkan saya pun akan berfikir menggunakan partikel をpada objeknya. Tapi coba perhatikan pada struktur kalimatnya. 

KB+が+KK-たい+です

Pada kalimat diatas diakhiri dengan です. Seperti yang kita ketahui, kalimat yang diakhiri dengan ですadalah kalimat nomina / frase benda. Maka kalimat ini seolah-olah adalah frase nomina. Partikel が,  bisa digantikan dengan partikel を, juga bisa digantikan dengan partikel は.Namun pada saat partikel ga digunakan,uansa penekanan lebih terasa.

Sekarang coba bandingkan dengan pola: 

KB/frase benda+が+ほしい+です. 

ご飯がほしいです。. "Saya ingin sushi"

Ternyata posisi ほしい dan kk-たい sama. Jadi kk-たい seolah bukan lagi kata kerja, bahkan perubahannya juga mengikuti kata sifat-i. Coba lihat lagi tabel perubahan kata kerjaたい dan bandingkan dengan perubahan kata sifat i.
Maka jika di utak-atik lagi, pola kalimatnya sama dengan:

KB+を+kk.kamus+の+が+ほしい+です

Catatan: partikel のberfungsi merubah frase kata kerja menjadi kata benda.
kk-たい / ほしい tidak bisa digunakan untuk pelaku orang ketiga. Misal dia,mereka,Tanaka san, Sachoo, dan yang setaranya (selain saya, kamu, atau yang setara). Untuk pelaku orang ketiga KK-たい/ほしい, i terakhir dihilangkan dan ditambah dengan がる.

Kemudian partikel が juga di pakai pada kalimat yang mengandung "kemampuan".

私は漢字が読めませす。."Saya bisa membaca kanji."

Kalimat diatas menjelaskan tentang "kesanggupan/kemampuan" pembicara membaca kanji. Pada pola kalimat biasa, partikel yang digunakan adalah を "漢字を読みます", sedangkan kalimat diatas menggunakan partikel が. Kasus yang hampir sama menurut saya, seperti pada kalimat yang menggandung keinginan (kk-たい). Kata kerja yang telah menjadi kata kerja potensial, maka objek dari kata kerja tersebut tidak bisa di ikuti dengan partikel を, tapi が dan bisa diganti dengan は. Jika ingin diganti dengan partikel を maka pola kalimatnya harus dirubah.
Perhatikan kalimat dibawah ini, mempunyai makna yang sama seperti kalimat diatas.

私は漢字を読むことができる."Saya bisa membaca kanji"

こと pada kalimat diatas berfungsi untuk mengubah frase kata kerja menjadi frase kata benda. Setelah frase kata benda, dikuti partikel が dan kk できる. Pola tersebut mempunyai makna "Bisa/ mampu melakukan~" (hal yang bisa dilakukannya ditunjukkan pada frase sebelum こと). Maka, KK bentuk potensial mempunyai kedudukan yang sama dengan kata kerja "できる"(bentuk potensial dari する). Dan partikel が pada kalimat diatas tidak bisa diganti dengan partikel を.
Dari perbandingan diatas, menurut saya masuk logika, mengapa pada saat kata kerja bentuk potensial, partikel yang digunakan adalah partikel が bukannya を.

Selanjutnya, partikel が digunakan untuk menyatakan opini. Biasanya ditunjukkan dengan kata, すき,きらい,いい,わるい,じょうず,へた dll.
ケーキがすきです。"saya suka kue"
漢字がじょうずです。"saya pintar (membaca) kanji"

c.  Partikel が mengkuti kata tanya atau frase benda pada sebuah kalimat.
Perhatikan kalimat berikut.

アナさん学校へ行きます. "Ana pergi ke sekolah"
maka kalimat interogatifnya menjadi :
だれが学校へ行きますか? "Siapa (yang ) pergi kesekolah?"

Partikel yang digunakan bukan は, tapi が. Tapi sebagai catatan, bahwa kata ganti tanya tersebut adalah mengacu pada subjek atau topik kalimat tersebut. Maka dengan hal itu, tidak berlaku untuk menanyakan: アナさんどこが行きますか? tapi partikel yang digunakan tetap へ menjadi "アナさんどこへ行きますか?" hal yang sama berlaku untuk だれと ,なんで, なんじに, tidak bisa digantikan dengan partikel が karena tidak mengacu pada topik. Kecuali memang hal tersebut dijadikan topiknya, seperti pada contoh kalimat yang pernah saya berikan sebelumnya "あなたとは行きません". Makan kata tanya bisa menjadi "だれとが行きませんか?"
Sekarang coba bedakan dua kailmat dibawah ini:
なんじに行きますか?
なんじが行きますか?

d.  Partikel が digunakan pada kata benda yang dimodifikasi dengan kata sifat.

かばんがあかい。 "tas yang merah"
目があおい "mata yang biru"

sekarang coba bandingkan dengan frase dibawah ini:

あかい かばん "tas merah"
あおい 目"mata biru"

Kalau saya, memahami perbedaan kalimat diatas, bisa dilihat dari partikel が. Pada kalimat pertama, Menekankan pada KB sebelum が, yang dijelaskan dengan kata sifat setelah partikel が. Pola kalimat ini biasa kita temui pada saat menjelaskan deskripsi sebuah benda atau orang. Perhatikan contoh kalimat berikut.

x: 田中さんはどの人ですか? 
    "Yang mana orang (yang) namanya tanaka?"
y: あの人です。かばんが赤くて、かみがながくて、めがあおいです。
  "Orang itu. (yang) tas(nya) berwarna merah, rambut(nya) panjang, mata(nya) biru."

Jadi jelas bedanya dengan "あおい め, ながい かみ, ataupun あかい かばん".

e.  Digunakan untuk menunjukkan respon dari salah satu panca indra. Biasanya kata yang digunakan adalah におい(bau), あじ(rasa).

いいにおいがする. "Berbau enak"
あまいあじがする. "Berasa manis"

Dua kalimat diatas adalah respon dari panca indra hidung dan lidah. Namun pada saat kita ingin menjelaskan respon dari panca indra mata dan telinga, maka menggunakan 見える dan 聞こえる.

f. Digunakan pada kalimat yang berpredikat/kata kerja intransitif.

Kata kerja intransitif, kata kerja potensial, kata kerja keinginan, adalah kata kerja yang menunjukkan keadaan "状態動詞". Maka objek yang ada tidak bisa ditujukkan dengan partikel を, tapi が.
contoh:

ドア開きます. "Pintu (itu) terbuka"
電気付きます. "Lampu (itu) menyala"

Sekarang bandingkan dengan kalimat ini:

ドア開けます. "(saya) membuka pintu"
電気付けます. "(saya) menyalakan lampu"

Dari artinya saja sudah cukup jelas. Pada kalimat intrasitif, hanya menjelaskan keadaan sesuatu (KB), dan menjadi subjek bukan objek. Dari kalimat diatas tentu saja tentang keadaan "pintu yang terbuka" atau "lampu yang menyala". Namun pada kalimat transitif objek yang ditandai dengan partikel を adalah objek langsung yang dikenai tindakan dari kata kerja transitif.

Perhatikan ilustrasi dibawah ini.
x: ドア閉まりますね. "Pintu(nya) tertutup ya."
y: ええ。あたしがドア閉めましたよ. "Ya, saya (yang) menutup pinti (itu)"

Berbeda bukan?

PENGGUNAAN LAIN DARI PARTIKEL GA.

1. Sebagai konjugasi. Biasanya diartikan dengan "tapi".
ぼくはもう勉強しましたがふごかくしまいました。
"saya sudah belajar,tapi tidak lulus"
2. Jika terletak diakhir kalimat dan diucapkan dengan nada ragu atau berfikir sejenak, maka bernuansa keragu-raguan.
確かにここに置いたんです が。
"(saya)yakin tadi Saya letakkan disini, tapi..."(tapi mengapa tidak ada disini.)
3. Jika terletak pada akhir kalimat pada kalimat permintaan atau opini, maka akan terdengar lebih halus.
社長さんにお目にかかりたいんです が。
"Saya ingin bertemu dengan presiden direktur " (terdengar lebih sopan)
Bandingkan dengan:
社長さんにお目にかかりたいんです。
4. Pada kata kerja tertentu, misalnya, わかる(tahu)、要る(membutuhkan)、聞こえる、見える。
日本語わかる?(tidak ada 日本語わかる?)
ビサ要る。(tidak ada ビサ要る)
見える。(tidak ada見える)
聞こえる。(tidak ada 聞こえる)
5. Digunakan untuk menjelaskan kata benda.
作ったパンをたべる。"Makan roti buatan ibu"
Partikel tidak bisa diganti dengan
    母作ったぱnをたべる。(X

Mungkin masih banyak lagi penggunaan partikel が, tapi yang umum sering digunakan adalah seperti yang telah saya jabarkan diatas. Semoga, dengan penjelasan diatas, kita bisa lebih jeli saat menggunakan partikel, terutama はdanが.


*source: "A Dictionary of Japanese Particles" Sue A. Kawashima
"The Prepatory Course for JLPT" Setsuko Matsumoto

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar