Selasa, 13 Maret 2012

HIRAGANA VS KATAKANA

Awal saya belajar menghafal huruf hiragana dan katakana, saya penasaran dari mana kah dua huruf tersebut berasal. Saat saya masih belajar di tempat kursus, saya mengira bentuk-bentuk unik itu berasal dari gambar-gambar seperti halnya KANJI. Namun saat saat saya belajar Bahasa Jepang di Kampus, saya baru tahu asal muasal dua huruf tersebut. Petunjuk pertama, saya tanyakan 1 pertanyaan kepada sensei saya di kampus, "Sebenarnya huruf yang muncul itu hiragana dulu baru Kanji atau Kanji dulu baru ada hiragana?". Karena saya masih berpikir kalau hiragana adalah huruf asli Jepang. Pada saat itu saya mendapatkan jawaban, "Hiragana adalah penyederhanaan dari huruf Kanji". 

Kemudian saya cari tahu lagi bagaimana hiragana dan katakana itu bisa muncul. Jika kedua huruf itu muncul pada abad ke-5 (masuknya Kanji ke Jepang) maka, itu berarti Jepang sebelum kanji datang, masih dalam masa Pra-sejarah alias belum ada tulisan. Dengan banyak pertanyaan tersebut akhirnya saya sedikit mendapat petunjuk saat mengikuti Mata Kuliah NIHONSHI. Walaupun saya pikir masih banyak rancu dalam sejarah Jepang itu sendiri. Halaman 5 modul NIHONSHI semester 2, menyebutkan bahwa Nihon Shoki (catatan Sejarah "Tertua" Jepang) ditulis pada abad ke 3. Bukankah Kanji sendiri baru masuk pada abad ke-5? ataukah Jepang mempunyai tulisan sebelum itu, tapi sudah "musnah"? Masih banyak pertanyaan tentang historis kemunculan tulisan di Jepang. Namun saya masih belum mendapatkan jawaban yang jelas. 

Petunjuk kedua, munculnya hiragana dan katakana, disebabkan karena setelah masuknya Kanji ke Jepang, ternyata huruf tersebut dirasa sulit untuk dipelajari. Dan pemakaiannya pun terbatas di lingkungan Istana dan Kuil. Karena itulah dibuat penyederhanaan dari huruf Kanji yang mewakili bunyi kanji itu sendiri. Bentuk yang mewakili bunyi itulah yang menjadi huruf hiragana dan katakana saat ini. Perubahan bentuk kanji itu bisa dilihat di Intermediate Kanji Book "KORAMU1 dan KORAMU2". Berikut penjelasan di buku tersebut: 

日本にはもともと文字がなかったので、中国から伝えられた漢字を使って、日本語の音を書き表すようになりました。これは、「万葉仮名」と呼ばれ、平仮名の始まりになりました。 平仮名は、漢字全体の形をくずして、簡単に速く書けるようにしたものです。平安時代から、主に女性が多く使い、平仮名としての字体ができあがりました。 片仮名は主に漢字の一部分をとって、簡単な形にしたものです。中国から伝えられた本や仏教の経典を読むために作られました。平安時代には、お坊さんや学者のような知識階級の男性が、漢字で書かれた文章を読む時には送りがなやふりがなとして使いました。片仮名のもとになった漢字は、平仮名のもとになった漢字とちがっている場合もあります。たとえば、片仮名の「ア」は「阿」という漢字から作られましたが、平仮名の「あ」のもとになったのは、「安」という漢字だといわれています。

Artinya kurang lebih:
 "Karena pada awalnya di Jepang tidak ada huruf,maka dengan menggunakan kanji yang di bawa dari China, ucapan bahasa Jepang akhirnya bisa dituliskan dengan huruf. Huruf ini disebut MANYOUGANA (suku kata Jepang kuno yang terdiri dari karakter-karakter China yang secara fonetis digunakan), dan menjadi awal munculnya hiragana. Dengan meluruhkan seluruh bentuk kanji, hiragana bisa ditulis dengan mudah dan cepat. Sejak Zaman Heian, terutama digunakan oleh kalangan perempuan, dan jadilah bentuk HIRAGANA seperti sekarang ini. Huruf katakana, terutama diambil dari satu bagian kanji saja, sehingga menjadi bentuk yang mudah. Katakana dibuat untuk membaca buku-buku dan kitab-kitab Budha yang dibawa dari China. Pada Zaman Heian, para Pendeta dan kaum Pemuda terpelajar, pada saat membaca buku-buku yang ditulis dengan huruf Kanji, maka menggunakan furigana dan okurigana. Ada juga perbedaan antara Kanji yang menjadi huruf katakana dan Kanji yang menjadi huruf hiragana. Misalnya, huruf katakana A 「ア」berasal dari kanji 「坊」, sedangkan huruf hiragana A 「あ」berasal dari kanji 「安」。" 

Setelah hiragana dan katakana muncul, rakyat Jepang makin mudah mempelajari Kanji. Pada saat itu, huruf hiragana digunakan oleh kaum perempuan saja. Karena huruf ini identik dengan bentuknya yang luwes dan dinamis. Sedangkan katakana digunakan oleh kaum laki-laki saja, karena bentuknya yang terkesan tegas dan kaku. Namun, sekarang penggunaannya telah mengalami perubahan. Mungkin masih banyak yang belum mengetahui ternyata hiragana di Jepang terdapat dua macam susunan. Yang pertama susunan A-I-U-E-O seperti yang dipelajari saat ini. Yang kedua adalah susunan "I-RO-HA". Susunan IROHA adalah susunan yang terbentuk dari sebuah puisi dengan tema kehidupan Budha yang fana. 

IRO WA NIOEDO 
CHIRINURU O 
WAGA YO TARE ZO 
TSUNE NARAMU 
UI NO OKUYAMA 
KYOU KOETE 
ASAKI YUME MIJI 
EI MO SEZU 

Yang artinya kurang lebih: 
"Warna-warni itu harum, tetapi berangsur-angsur menghilang, di dunia kita ini tidak ada yang kekal, sekarang, dakilah gunung ilusi kehidupan yang tinggi itu, dan disana tidak akan ada lagi impian yang lebih dangkal, tidak ada mabuk lagi, yakni tidak ada lagi kegelisahan dan godaan lagi" 

Dari puisi tersebut jadilah susunan hiragana: 

I-RO-HA NI-HO-HE-TO 
CHI-RI-NU-RU (W)O 
WA-KA YO TA-RE SO 
TSU-NE NA-RA-MU 
U-(W)I NO O-KU-YA-MA 
KE-FU KO-E-TE 
A-SA-KI YU-ME MI-SHI 
(W)E-HI MO SE-ZU 

"WO" seperti yang kita kenal hanya berlaku untuk "partikel" saja. Sedangkan "WE" dan "WI" sudah tidak digunakan lagi dan diganti dengan huruf E dan I. Selain itu ada juga kombinasi kana yang menggunakan kombinasi historis tertentu. Biasanya digunakan dalam literatur sebelum perang. Meskipun sudah tidak diakui, namun kadang-kadang masih ada saja yang menjumpainya. Kombinasi tersebut misalnya vokal panjang O, dikombinasikan dari A-U,O-FU atau A-FU, dll. Sepertinya tidaklah cukup kuliah selama 4 tahun. Karena untuk mengungkap asal muasal huruf hiragana dan katakana saja sebenarnya masih sangat banyak yang belum kita ketahui. 

*source: Intermediate KANJI BOOK, Kamus KANJI MODERN ANDREW N. NELSON dan pengalaman saya pribadi. Jika terjadi kesalahan maka semata-mata adalah kekurangan dalam diri saya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar