Kamis, 15 Maret 2012

PARTIKEL

Partikel dalam sebuah kalimat, mempunyai peranan yang sangat penting untuk menangkap makna kalimat dengan tepat. Karena jika kita salah dalam menggunakannya, maka artinya  pun bisa jadi berbeda dari apa yang kita maksudkan. Banyak kekeliruan bisa terjadi dalam pemakaian partikel. Salah satunya karena pengaruh bahasa Indonesia. Ingat, banyak hal dalam pemakaian kata antara bahasa Jepang dan bahasa Indonesia sangat berbeda. Jadi perlu juga untuk berpikir dengan pola pikir orang Jepang pada saat ingin berbicara dengan bahasa Jepang.
Kesalahan dalam pemakaian partikel, bisa membuat arti kalimat itu berbeda. Perhatikan contoh kalimat di bawah ini, dan cobalah mengisikan kolom partikel yang kosong.

私__さかな__食べる。

Sekarang mari kita coba mengisinya dengan partikel, tapi dengan beberapa variasi. 

1. 私さかな食べる。

Kalimat ini mempunyai arti "Saya sedang makan ikan."
Sekarang coba kita isikan dengan partikel yang berbeda.

2. 私さかな食べる。

Artinya akan menjadi "Ikan sedang memakan saya"
Pada dua kalimat diatas, ada partikel yang sama, yaitu partikel を. Fungsi partikel を sudah jelas, yakni untuk menunjukkan objek dari kata kerja transitif. Kemudian partikel は dan が berfungsi menunjukkan pelakunya. Maka bisa kita lihat apa yang terjadi jika partikel を tersebut ditukar letaknya. Maka artinya pun akan berubah, siapa yang memakan dan apa yang dimakannya.

3. 私さかな食べる。

Artinya "Ikan makan bersama saya"
Terkadang terjadi kerancuan dalam memaknai partikel と. Biasanya terjadi bagi mereka yang baru belajar bahasa jepang. Kerancuan tersebut karena makna bahasa Indonesia dari partikel itu sendiri adalah "dengan/dan" yang konteksnya dianggap sama dengan bahasa Jepang. Maka pada saat ingin mengatakan "Saya makan dengan ikan"(dengan maksud makan lauknya ikan) maka akan mengatakan "私はさかなと食べる." Kerancuan itu juga bisa terjadi seperti pada contoh kalimat diatas, yang bisa mengandung arti "Ikan makan bersama-sama  saya"

4. 私もさかなを食べる。
 
Artinya "Saya juga makan ikan"

5. 私はさかなも食べる.

Artinya "Saya juga makan ikan"

6. 私もさかなは食べる。

Artinya "Saya juga makan ikan"

Contoh kalimat 4, 5, dan 6, mempunyai arti yang sama, yaaitu "Saya juga makan ikan.". Tapi masing-masing kalimat tersebut mempunyai makna yang lain karena menggunakan partikel yang berbeda. Pada kalimat nomor 4, mempunyai makna bahwa selain saya ada JUGA yang makan ikan, misalnya lawan bicara dari saya. Dengan ada nya pembanding yang dalam hal ini adalah si lawan bicara dan pembicara juga "sama-sama" suka ikan, maka partikel も diletakkan setelah subyek , yang dalam kasus ini adalah pelaku dari kata kerja "makan".

Pada contoh nomor 5 mengandung arti bahwa si pembicara juga suka ikan, tapi JUGA suka makanan yang lain. Lebih mudahnya simak kalimat berikut; "Saya makan daging. Saya juga makan ikan". Dan coba bandingkan dengan ilustrasi dari contoh kalimat nomor 4, "Rina makan ikan. Saya juga makan ikan.". Terlihat sekali bedanya kan?

Sekarang perhatikan kalimat nomor 6. Pada kalimat tersebut ada partikel は yang diletakkan setelah sakana. Dalam hal ini bukan berarti ikan yang sedang makan atau jadi pelakunya. Untuk ilustrasinya simak pertanyaan berikut "Anata, sakana wa taberu?". Maka yang dimaksudkan adalah sakananya yang dimakan, dan menjadi topik. Terdengar beda bila dibandingkan dengan "Anata,sakana wo taberu?"
Jadi kalimat nomor 6 mempunyai makna "Saya juga makan ikan (kalau bukan ikan saya tidak makan)"

Dari contoh kalimat-kalimat di atas bisa disimpulkan bahwa tidak ada yang salah dari masing-masing kalimat, akan tetapi semua tergantung pada konteks dan nuansanya. Dan yang pasti harus sesuai dengan pola pikir dan kebudaayaan orang-orang Jepang. Dengan demikian kita bisa lebih berhati-hati dalam menggunakan partikel sehingga tidak salah pengertian bagi lawan bicara, terutaama orang Jepang.
Untuk pembahasan masalah PARTIKEL, akan saya postingkan pada artikel selanjutnya.


*source: A DICTIONARY OF JAPANESE PARTICELS Sue A. Kawashima
jika terjadi kesalahan persepsi, bagi yang lebih berkopeten, mohon di koreksi.
TERIMA KASIH.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar