Senin, 12 Maret 2012

MOJI (文字)

Mata kuliah hari pertama saat saya belajar di kampus adalah pembekalan untuk menghafalkan huruf-huruf KANA (HIRAGANA DAN KATAKANA).
Dalam belajar bahasa, tidak hanya bahasa Jepang bahkan semua bahasa, unsur terkecil adalah "huruf". Karena huruf Jepang memang masih awam, maka dalam seminggu digunakan untuk menghafal huruf dan latihan menulis.
Dalam artikel ini saya tidak akan menuliskan tentang bagaimana belajar menulis huruf katakana maupun hiragana, tapi tentang bagaimana saya belajar menghafal huruf-huruf tersebut.
Meskipun saya sebelumnya sudah pernah belajar bahasa Jepang di satu Lembaga Pendidikan Bahasa Jepang, tapi saya masih mempunyai banyak pertanyaan tentang huruf Jepang.
Uniknya, huruf Jepang hampir semua terdiri dari konsonan dan vokal, kecuali untuk huruf vokal itu sendiri a(あ),i(い),u(う),e(え),o(お) dan huruf n(ん).
Saya jadi teringat, dulu pernah mempelajari huruf yang hampir sama pola ucapannya (terdiri dari konsonan dan vokal) yaitu huruf jawa (aksara jawa). Huruf jawa juga terdiri dari konsonan dan vokal. Contoh urutan hurufnya : HA,NA,CA,RA,KA,DA,TA,SA,WA,LA,MA,GA,BA,THA,NGA,dst. Meskipun tertulis A, tapi pelafalan jawa nya O. Dan huruf jawa juga berasal dari huruf asing (Pallawa).
Karena mempunyai huruf sendiri ternyata bahasa Jepang mempunyai kelemahan. Salah satunya adalah huruf Jepang tidak ada huruf L, X, Q. Dan yang paling lucu adalah saat mengucapkan huruf L (karena memang terdengar lucu saat pertama kali mendengar orang Jepang berusaha melafalkan huruf L). Ternyata orang Jepang tidak bisa melafalkan huruf L. Sekalipun bisa, terdengar tidak jelas. Malahan terdengar sangat lucu.Selain itu, karena semua huruf terdiri dari konsonan vokal, maka untuk kata-kata yang terdiri dari KKV, atau KVK, maka akan tetap terucap KVKV. Contoh: CLARA akan terlafal KURARA (クララ)(karena dalam bahasa Inggris C di baca K maka terlafal KU [untuk lafal KKV konsonan pertama akan menggunakan huruf pada deret U karena huruf U terkadang dibaca samar atau dihilangkan] dan LA terbaca RA karena dalam huruf Jepang tidak ada huruf LA). Sama halnya untuk kata GAS maka akan terlafal GASU(ガス) (vokal U akan hilang/samar-samar).
Untuk aturan baca lainnya bisa dibaca di buku-buku basic bahasa Jepang. Namun ada satu yang pernah saya tanyakan pada Sensei di tempat dulu saya kursus bahasa Jepang pertama kali. Yaitu tentang huruf ぢ (JI) danづ(ZU), kenapa pada kolom huruf hiragana di beri tanda "bintang" dan penggunaannya jarang sekali. Saat saya tanyakan itu saya mendapatkan jawaban yang kurang puas, bahkan saat saya tanyakan di dalam kelas, dosen saya memberikan jawaban yang kurang memuaskan juga.

Akhirnya saya temukan juga jawabannya saat saya mendapati kata 縮む、dan 続く。Kedua kata itu dibaca ちぢむ danつづく. Dari sini bisa dilihat ternyata jika huruf CHI diikuti huruf JI maka huruf JI yang digunakan adalah ぢ(ji) bukannya じ。Begitu pula jika huruf TSU diikuti huruf ZU maka ZU yg digunakan adalahづbukanず。Tapi ini berlaku untuk bacaan KUNYOMI. Untuk bacaan ONYOMI harus sesuai dengan aturan bacaan Kanji.
Kemudian ada hal yang pernah saya tanyakan dan saya tidak mendapatkan jawaban yang memuaskan. "Kenapa huruf KI dan SA ada dua versi penulisan?" Kalau dalam ketikan komputer akan terlihat き dan jika ditulis tangan, ekor nya tidak tersambung dan memang kami disuruh membiasakan ekornya tidak tersambung.

Saya temukan jawabannya pada saat saya memperhatikan tulisan kanji dengan font yang mirip tulisan Kuas. Jika diperhatikan, ternyata ekor itu terlihat samar-samar seolah-olah tersambung. Dan itu disebabkan oleh sisa ujung kuas yang masih menempel sehingga terlihat garis tipis yang menyambung dengan coretan berikutnya. Hal itu juga terjadi pada huruf SA. Namun tidak berlaku untuk huruf CHI karena ekor pada huruf tersebut menjadi satu coretan.
Kasus yang sama juga terjadi pada huruf FU,YA,RI,MU,RA,NA,MO, yang sebenarnya 2 coretan seolah-olah 1 coretan pada font ketikan komputer. Mungkin ini bukan masalah yang serius, tapi bagi pemula seperti saya dulu, akan merasa kebingungan.
Selanjutnya tentang KATAKANA. Sejujurnya sampai saat ini pun saya belum bisa menggunakan katakana dengan benar. Tapi dulu sempat bingung bedanya huruf SHI (シ) dan TSU (ツ), SO(ソ) dan N (ン). Padahal kalau dicermati dari cara penulisan dan coretannya maka akan terlihat jelas bedanya.
Kalau シ(shi) urutan penulisannya adalah dua ten di tulis yang atas dulu kemudian yang bawah, selanjutnya coretan panjangnya ditulis dengan teknik guratan dari bawah ke atas. Maka jika diperhatikan maka guratan runcing akan berada diatas. Beda dengan ツ(tsu), urutan coretannya adalah dua ten ditulis yang kiri dulu kemudian yang kanan. Setelah itu buat guratan yang panjang dari atas kebawah. Maka akan terlihat guratan runcing ada dibawah. Begitu pula ン(n) gutaran panjang coretannya dari bawah ke atas. Sedangkan ソ(so) guratan panjang dicoret dari atas kebawah.
Mungkin masih banyak lagi. Tapi itu tadi yang saya alami saat pertama kali menghafal huruf KANA.

Semoga bisa bermanfaat.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar